Tag Archive: Alam Semesta


BINTANG YANG BARU LAHIR


Bintang dilahirkan, tumbuh & mati krn tua, tdk ada bedanya dgn mahluk hidup. Akan tetapi rentang hidupnya diukur dlm miliaran atau puluhan miliar tahun. Bintang dilahirkan di Nebula, yaitu awan gas dan debu besar yg ada di ruang angkasa. Mereka mulai bersinar ketika “tungku” pembakaran nuklir mulai menyala di dalamnya.
Pembentukan bintang hanya terjadi pd daerah tertentu di Alam Semesta, dikenal sebagai AWAN MOLEKULER RAKSASA. Pada daerah tersebut, gas & debu antarbintang lbh padat dr biasanya. Tidak satupun org yg bnr2 tahu apa yg mencetuskan KELAHIRAN BINTANG, tetapi boleh jd disebabkan krn terjadinya shockwave (gelombang kejut) yg sangat besar & kuat yg dipancarkan oleh ledakan bintang di dekatnya (SUPERNOVA). (Supernova: ledakan besar (Big Bang) yg terjadi pd saat sebuah bintang maharaksasa menuju kematian). (Maharaksasa: sebuah bintang yg sgt besar, ratusan kali lebih besar dr Matahari).

SISTEM TATA SURYA (Alam Semesta)

SISTEM TATA SURYA (Alam Semesta)


Dalam Tata Surya, terdapat sembilan planet besar dengan 61 satelit dan asteroid yang tak terhitung jumlahnya, semuanya berevolusi mengelilingi satu bintang yang bernama matahari. Matahari terletak di pusat Tata Surya.

Sembilan planet ini, yang merupakan bagian dari Solar system (Tata Surya), saling berevolusi mengelilingi matahari dalam sebuah keteraturan. Mari kita ingat kembali nama-nama planet dari yang terdekat dengan matahari: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Jadi, bumi kita adalah planet ke-tiga dari matahari.

Setiap planet di Tata Surya memiliki ciri-ciri yang berbeda. Suhu pada beberapa planet cukup tinggi untuk meleburkan sesuatu. Sedangkan ada diantaranya yang permukaannya tertutup oleh es. Beberapa planet hampir seluruhnya terdiri atas gas. Bahkan beberapa planet berukuran kecil seperti bulan.

Terdapat hubungan yang sangat harmonis antara satelit dengan induknya. (Dalam astronomi, induk adalah sesuatu yang benda lain berkeliling terhadapnya. Matahari adalah induk dari bumi, bumi adalah induk dari bulan). Planet menarik satelit-satelitnya. Satelit juga mengimbangi tarikan tersebut. Tanpa kesetimbangan tersebut, satelit akan menumbuk planet atau pecah dan menghilang angkasa.

Singkatnya, jika bulan berotasi lebih lambat, ia akan tersedot bumi dengan kecepatan sangat tinggi. Ini akan menjadi akhir kehidupan bumi. Dan jika ia berotasi lebih cepat, ia akan menjauh dari bumi dan tak menjadi satelit bumi lagi.

Sekarang mari kita amati matahari, pusat Tata Surya kita.

Continue reading