Nova/Liliyana Lolos, Indonesia Punya Wakil di Final

BIRMINGHAM, Kompas.com – Nova Widianto/Liliyana Natsir menguak harapan Indonesia masuk membawa pulang satu gelar dari turnamen klasik All England Super Series. Ganda campuran nomor satu Indonesia tersebut melaju ke final setelah menang 21-16, 18-21, 21-8 atas pasangan Korea Selatan Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung, Sabtu (13/3/10) malam waktu London atau Minggu (14/3/10) dini hari WIB di National Indoor Arena Birmingham, Inggris.

Di final, Minggu (14/3/10), Nova/Liliyana yang merupakan unggulan kedua, akan menghadapi Zhang Nan/Zhao Yunlei. Pasangan non unggulan asal China tersebut lolos setelah menang straight set 21-14, 23-21 atas kompatriotnya yang merupakan unggulan keempat He Hanbin/Yu Yang.

Dalam duel yang merupakan ulangan final Olimpiade Beijing 2008 tersebut, Nova/Liliyana tampil sangat impresif. Penempatan bola yang akurat dibarengi backhand menyilang yang kerab diperagakan Nova, menjadi senjata ampuh pasangan Indonesia tersebut untuk memenangkan pertarungan berdurasi 1 jam 8 menit tersebut.

Pada set pertama, pasangan Korsel yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Beijing tersebut tampaknya bakal menjadi pemenang karena mereka selalu unggul sejak awal pertandingan hingga kedudukan 13-8. Tetapi, Nova/Liliyana yang tampil sangat kompak dalam laga ini, secara perlahan mulai mengejar hingga bisa menyamakan kedudukan menjadi 15-15, dan terus melejit untuk menang 21-16.

Mirip dengan set pertama, pada game kedua Nova/Liliyana yang kini kembali ke peringkat satu dunia, selalu tertinggal dalam pengumpulan poin. Mereka kemudian bisa menyusul dan menyamakan kedudukan menjadi 17-17. Sayang, perolehan angka mereka terhenti karena Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung bisa menambah empat poin dan menyudahi set kedua dengan kemenangan 21-18, sekaligus memaksa rubber game.

Di set penentuan, Nova benar-benar menjadi bintang pertandingan. Pemain veteran ini menunjukkan kualitas individunya karena baik backhand maupun forehand pengembaliannya selalu menyulitkan pasangan Korsel. Lee Yong Dae harus jatuh-bangun untuk menerima bola pemberian Nova, begitu juga dengan Lee Hyo Jung. Kalau pun bola bisa dikembalikan, Liliyana yang berdiri di depan net siap melumatnya dengan smes mematikan.

Tak heran jika pertarungan set ketiga berlangsung berat sebelah. Nova/Liliyana tak tersentuh sejak awal, termasuk ketika meraup enam poin secara beruntun untuk jauh meninggalkan pasangan Korsel tersebut dalam kedudukan 15-5. Di sisa enam poin terakhir, Nova/Liliyana “memberikan” lawan tiga poin sebelum mereka mengakhirnya dengan kemenangan 21-8.

Dengan demikian, Nova/Liliyana menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tampil di final, dan mereka juga berpeluang mengakhiri penantiannya untuk menjuarai turnamen paling tua di dunia ini. Sebelumnya, ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan terhenti di semifinal ini karena menyerah dari pasangan Denmark Lars Paaske/Jonas Rasmussen.